SMARTLIFE.ID – Pemalsuan produk otomotif masih menjadi masalah serius yang merugikan konsumen sekaligus membahayakan keselamatan berkendara.
Jika selama ini oli kerap disebut sebagai produk yang paling sering dipalsukan, ternyata ada sejumlah komponen lain yang juga rawan ditiru dan beredar luas di pasaran.
Salah satu yang paling sering ditemukan adalah suku cadang rem, mulai dari kampas, cakram, hingga minyak rem.
Baca Juga: Setetes Darah untuk Sesama, PLN Icon Plus Gelar Aksi Kemanusiaan di Semarang
Komponen ini sangat vital karena berhubungan langsung dengan keselamatan.
Rem palsu umumnya dibuat dengan bahan berkualitas rendah yang cepat aus dan bisa menyebabkan kecelakaan.
Selain itu, busi (spark plug) juga menjadi sasaran pemalsuan.
Baca Juga: PLN Icon Plus Gelar ICONNET Virtual Academy untuk Perkuat Strategi Penjualan
Ukurannya yang kecil dan laris di pasaran membuat produk ini mudah dipalsukan dan dikemas ulang menyerupai produk asli. Dampaknya, performa mesin bisa menurun drastis.
Produk lain yang juga sering dipalsukan adalah filter (baik filter oli, udara, maupun bahan bakar).
Filter palsu tidak mampu menyaring kotoran dengan baik sehingga bisa merusak mesin dalam jangka panjang.
Baca Juga: PLN Icon Plus Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Human Capital Awards 2025
Aki kendaraan pun tak luput dari peredaran barang tiruan. Banyak aki palsu dijual dengan harga murah, tetapi memiliki daya rendah dan masa pakai singkat.
Lampu kendaraan, ban rekondisi yang dijual seolah baru, serta sabuk timing (timing belt) juga termasuk komponen yang rawan dipalsukan.
Tidak ketinggalan, pelumas tambahan (additive) yang ditawarkan untuk meningkatkan performa mesin juga sering diproduksi secara ilegal dengan bahan murahan, yang justru bisa merusak komponen kendaraan.
Baca Juga: ULTIMA – Easy Charging, Easy Living: Trobosan Besar PLN Icon Plus Ciptakan Green Energy Indonesia
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membeli produk otomotif.
Cara paling aman adalah membeli di bengkel resmi seperti Yamaha, Honda hingga Suzuki.
Selain itu, ada distributor terpercaya, atau memastikan produk sudah memiliki nomor resmi dan label keaslian.*
Baca Juga: Syngenta Dorong Pertanian Modern dengan Buku Panduan Padi dan Teknologi Drone








