Beranda / Sehat Plus / Micin atau Garam, Mana yang Lebih Aman untuk Kesehatan Tubuh?

Micin atau Garam, Mana yang Lebih Aman untuk Kesehatan Tubuh?

SMARTLIFE.ID – Garam dan micin (monosodium glutamat/MSG) merupakan bahan tambahan makanan yang sering digunakan sehari-hari.

Keduanya berfungsi memberikan rasa gurih atau asin pada masakan, namun memiliki kandungan dan dampak kesehatan yang berbeda.

Di pasaran, ada beberapa merek micin yang dijual, di antaranya Ajinomoto, Sasa, dan Totole.

Baca Juga: Waspada, 4 Kandungan Skincare Ini Bisa Memicu Iritasi pada Kulit Sensitif

Sementara itu, beberapa merek garam yang dijual di pasaran antara lain Garam Dolphin, Garam Refina, dan Garam Cap Kapal.

1. Kandungan Garam

Garam umumnya mengandung natrium klorida (NaCl) yang berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi saraf, serta kontraksi otot.

Namun, asupan garam berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), penyakit jantung, dan stroke.

Baca Juga: Ciplukan, Buah Asli Indonesia yang Jadi Buruan Dunia untuk Obat Alami Lawan Radang Usus hingga Kanker

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram per hari atau setara satu sendok teh.

2. Kandungan Micin (MSG)

Micin atau MSG adalah penyedap rasa yang mengandung natrium, meski jumlahnya lebih sedikit dibanding garam.

MSG menonjolkan rasa umami yang terdapat secara alami pada makanan seperti tomat, keju, dan daging.

Baca Juga: Tipe-Tipe Attachment Style, Memahami Pola Hubungan Kita dengan Orang Lain

Badan Pangan dan Obat Amerika Serikat (FDA) serta berbagai penelitian menyatakan MSG aman dikonsumsi dalam batas wajar.

Meski demikian, konsumsi berlebihan tetap berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian orang, seperti sakit kepala atau sensasi panas.

3. Tingkat Risiko

Garam: Risiko utama berasal dari tingginya kandungan natrium. Kelebihan konsumsi dikaitkan dengan hipertensi dan gangguan kardiovaskular.

Baca Juga: MUAQ Tampil Memukau di The BFF Festival 2025, Hadirkan Promo Spesial dan Nuansa Batik

MSG: Kandungan natrium lebih rendah dibanding garam. Risiko yang sering disebut adalah reaksi sensitivitas ringan pada sebagian individu, meski jarang terjadi.

4. Batas Konsumsi

Pengendalian jumlah konsumsi menjadi kunci. Garam direkomendasikan tidak lebih dari 5 gram per hari, sedangkan MSG belum memiliki batas resmi yang ketat, namun tetap disarankan digunakan secukupnya.

Dengan pemahaman ini, masyarakat dapat menyesuaikan penggunaan garam dan micin dalam pola makan sehari-hari sesuai kebutuhan tubuh agar tidak berlebihan.*

Baca Juga: Tren Shampoo Non SLS Meningkat, Aman untuk Kulit Sensitif dan Buat Rambut Lebih Lembut

Tag: