Beranda / Lifestyle / Kisah Dibalik Ibadah Kurban dalam Islam

Kisah Dibalik Ibadah Kurban dalam Islam

SMARTLIFE.ID – Pada Hari Raya Idul Adha, umat Islam melaksanakan ibadah kurban setiap tahunnya.

Namun, terdapat kisah penuh hikmah yang melatar belakangi ibadah tersebut, yakni kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

1. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Kisah ini berawal dari mimpi Nabi Ibrahim (a.s.) yang menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail (a.s.).

Baca Juga: Alasan Kemenag Batal Terapkan Tanazul untuk Jemaah Haji Indonesia Sehingga Tetap Mabit di Mina

Saat itu, Allah menguji keimanan dan ketaatan keduanya melalui mimpi tersebut.

Dalam al-Qur’an, kisah ini diabadikan dalam Surah as-Shaffat ayat 102-107:

“Maka ketika anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama ayahnya, Ibrahim berkata: ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka apa pendapatmu?’ Ia (Ismail) menjawab: ‘Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapati diriku termasuk orang-orang yang sabar.'”
(QS. as-Shaffat: 102)

Meskipun perintah ini begitu berat, tidak ada keraguan pada Nabi Ibrahim untuk menjalankannya.

Baca Juga: Terungkap! Motif Dibalik Pembunuhan Bos Sembako di Bekasi: Tersinggung Tak Dipinjami Uang

Begitu pula dengan Nabi Ismail, meskipun masih muda, sikap yang ditunjukkan sangat luar biasa karena bersedia untuk menyerahkan diri sepenuhnya atas dasar perintah Allah SWT. 

Namun, ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah tersebut, Allah SWT mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba yang besar untuk disembelih.

Selain mengajarkan tentang kesabaran serta ketundukan, penggantian Nabi Ismail dengan seekor hewan sembelihan mengajari kita untuk senantiasa mengingat akan pentingnya dari dan untuk siapa perintah tersebut dilaksanakan.

Baca Juga: Atalarik Syach Tegaskan Tak Akan Menyerah Perjuangkan Tanahnya Saat Datangi PN Cibinong

“Maka Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”
(QS. as-Shaffat: 107)

2. Kurban dalam Islam

Setelah peristiwa tersebut, ibadah kurban ditetapkan oleh Allah sebagai bentuk pengorbanan yang dilakukan umat Islam setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah (setelah shalat Idul Adha), kemudian tanggal 11 sampai 13 Dzulhijjah (hari tasyrik).

Baca Juga: Liburan Ga Kemana-mana? Yuk, Lakukan Kegiatan Seru Ini

Dalil mengenai pelaksanaan kurban dalam al-Qur’an:

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu (wahai Muhammad) al-Kautsar. Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. al-Kautsar: 1-2)

Dalil mengenai keutamaan kurban dalam hadits:

“Barang siapa yang memiliki kemampuan untuk berkurban, namun ia tidak melakukannya, maka janganlah mendekati tempat salat kami.”
(HR. Ahmad, Ibn Majah)

Baca Juga: Tak Cukup Hanya Kenyang, Nutrisi Anak Zaman Sekarang Butuh Pendekatan Baru

3. Nilai-Nilai yang Ada Pada Ibadah Kurban

Tidak hanya tentang materi, penyembelihan hewan kurban bermakna lebih dari itu, yakni pengorbanan, rasa syukur dan keikhlasan.

Seperti Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim yang siap berkorban demi perintah Allah, umat Islam juga diajak untuk berkorban dengan harta yang dimiliki untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Selain itu, melaksanakan ibadah kurban dengan niat karena Allah SWT juga dapat menjadi bentuk mensyukuri nikmat harta yang telah diberikan oleh-Nya.

Baca Juga: Adakah Perbedaan Antara Kebiasaan dan Kecanduan? Ini Kata Para Ahli

Terakhir, ibadah kurban juga mengandung nilai keikhlasan karena daging hasil sembelihan yang ada tidak boleh hanya dinikmati diri sendiri, melainkan juga orang lain.

Tag: