SMARTLIFE.ID – Dalam artikel ini, akan dipaparkan apa saja dampak dari pencucian uang beserta bagaimana sebenarnya upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah maupun organisasi internasional untuk menanggulanginya.
Dampak Pencucian Uang
1. Stabilitas Ekonomi Terganggu
Pernah mendengar istilah inflasi? Bila uang ilegal yang berasal dari pencucian uang ini beredar, inflasi bisa saja timbul sampai tidak terkendali.
Selain itu, sangat mungkin untuk meningkatnya ketidakpastian pasar.
Baca Juga: Selain Nasi, Apakah Makanan Lain Bisa Membuat Kenyang?
Sehingga, pencucian uang ini dapat mengganggu kestabilan ekonomi karena uang yang asal usulnya bukan melalui kegiatan ekonomi yang sah beredar bebas di masyarakat.
2. Kejahatan Organisasi Meningkat
Kemungkinan besar, uang yang diperoleh dari pencucian uang ini akan digunakan untuk keberlangsungan kegiatan ilegal lagi karena dapat memenuhi kebutuhan operasional dan lain sebagainya.
Contoh, perdagangan narkoba, pendanaan genosida, dan tindak-tindak kriminal lainnya.
Baca Juga: Apa Itu Pencucian Uang dan Bagaimana Prosesnya?
3. Rusaknya Integritas Lembaga Keuangan
Baik disengaja atau tidak, lembaga keuangan yang terlibat dengan pencucian uang kemungkinan besar akan mendapatkan reputasi yang buruk, bahkan terkena sanksi yang berat dari regulator.
Selain itu, kepercayaan masyarakat bisa hilang karena lembaga keuangan dianggap tidak mampu menjaga kepercayaan tersebut.
4. Meningkatnya Kerugian Pajak
Karena uang dari hasil pencucian uang ini tidak dikenai pajak maka sebanyak apapun uang yang beredar tidak bisa menambah APBN.
Baca Juga: Intip Strategi Startup Baby Skincare Lokal Ini Tembus Lebih dari 5,000 Toko di Indonesia
Dengan kata lain, pemerintah kehilangan kesempatan untuk menambah pendapatannya dari uang tersebut.
Upaya untuk Menanggulangi Pencucian Uang
Dalam mencegah dan juga menanggulangi pencucian uang, sudah dilakukan upaya-upaya oleh lembaga pemerintah dari berbagai negara untuk bekerjasama dalam mengembangkan regulasi agar lebih ketat
Selain itu, organisasi internasional seperti Financial Action Task Force (FATF) pun ikut andil.
1. Know Your Customer (KYC)
Setiap nasabah dari lembaga keuangan wajib untuk memverifikasi identitas agar memudahkan dalam proses identifikasi apabila muncul transaksi mencurigakan karena terdeteksi sejak dini.
Baca Juga: Loluna, Brand Lokal Babycare yang Mengawinkan Tradisi & Gaya Hidup Modern
2. Pelaporan Transaksi Mencurigakan
Lembaga keuangan wajib melaporkan transaksi yang tidak biasa atau mencurigakan kepada otoritas berwenang.
3. Peningkatan Teknologi Pengawasan
Selain manusia, teknologi canggih juga terlibat secara real-time untuk mendeteksi transaksi yang memiliki pola tidak biasa.
4. Sanksi Hukum
Hukuman berat seperti denda yang besar dan pidana penjara dapat dijatuhkan pada pelaku pencucian uang yang telah terbukti melakukannya.
Baca Juga: 4 Konten Kreator Ini Memiliki Pengaruh yang Cukup Besar di Indonesia!









