Oleh karenanya, terdapat adab atau etika yang diatur dalam Islam sebelum makan.
1. Mencuci Tangan Sebelum Makan
Disunnahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh makanan.
Dalil:
“Rasulullah SAW jika beliau ingin tidur dalam keadaan junub, beliau berwudhu dahulu. Dan ketika beliau ingin makan atau minum beliau mencuci kedua tangannya, baru setelah itu beliau makan atau minum.” (HR. Abu Daud no.222, An Nasa’i no.257, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa’i)
Hikmahnya, selain untuk menjaga kebersihan, mencuci tangan juga bisa mencegah bakteri atau kuman penyebab penyakit masuk kedalam pencernaan.
2. Membaca Basmalah
Selanjutnya, membaca “Bismillah” adalah salah satu adab sebelum makan dalam islam.
Dalil:
Dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
Jika lupa membaca basmalah di awal, maka dianjurkan untuk mengucapkan:
“Bismillahi awwalahu wa akhirahu”
(Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)
Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian lupa menyebut nama Allah ketika makan, maka hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillahi awwalahu wa akhirahu’.”
(HR. Abu Dawud no. 3767, hasan)
Baca Juga: Banding-banding Baterai Berbasis NCM vs LFP di Tengah Keraguan Warga RI Beli Mobil Listrik
3. Makan Sambil Duduk dan Tidak Bersandar
Rasulullah ﷺ terbiasa makan sambil duduk dan tidak bersandar.
Dalil:
2. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Rasulullah ﷺ tidak pernah makan sambil bersandar.”
4. Menggunakan Tangan Kanan
Menggunakan tangan kanan merupakan salah satu adab makan lainnya.
Dalil:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan apabila minum, hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”
(HR. Muslim no. 2020)
5. Tidak Mencela Makanan
Tidak mencela makanan merupakan bagian dari adab makan.
Dalil:
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sedikit pun. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya, dan jika tidak, beliau meninggalkannya.”
(HR. Bukhari no. 5409, Muslim no. 2064)
Hikmahnya, dengan tidak mencela makanan, kita berarti sedang bersyukur terhadap rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT.










