Beranda / Lifestyle / 9 Tips Menghadapi Stres Menurut Para Ahli

9 Tips Menghadapi Stres Menurut Para Ahli

SMARTLIFE.ID – Stres adalah reaksi tubuh akan tekanan atau tuntutan yang ada, entah itu dari pendidikan, pekerjaan, kehidupan sosial, atau kehidupan pribadi.

Tetapi, tahukah anda? Stres yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik lho.

Oleh karenanya, berikut beberapa tips yang bisa anda coba:

Baca Juga: Sunscreen Lokal Rasa Internasional, Amaterasun Brightening Sunscreen Tawarkan Proteksi Cerdas dan Efek Cerah Instan

1. Olahraga

Menurut Dr. Elizabeth Blackburn, pemenang Nobel di bidang biologi, olahraga dapat membantu meningkatkan produksi endorfin sehingga dapat mengurangi stres.

Endorfin ini sering disebut juga sebagai hormon kebahagiaan karena dapat mengurangi rasa cemas dan meningkatkan mood.

Olahraga, terutama yang berjenis kardio seperti bersepeda, berenang, atau berlari dapat membantu mengurangi ketegangan otot, mengatur sistem saraf, dan meningkatkan kualitas tidur.

Baca Juga: PLN Icon Plus Aktifkan Internet di Pulau Long Setelah 22 Tahun, Dorong Akses Digital Ramah Lingkungan

Bahkan, olahraga yang tergolong ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit sehari juga sudah cukup untuk memberikan efek yang positif terhadap kesehatan mental.

2. Meditasi dan Mindfulness

Dr. Richard Davidson, seorang Ahli psikologi dan neuroscience menyatakan bahwa meditasi dan latihan mindfulness dapat mengurangi stres secara signifikan.

Dalam praktiknya, meditasi melibatkan fokus pada pernapasan atau perhatian penuh terhadap apa yang sedang dialami saat ini sehingga dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.

Baca Juga: Atasi Blankspot, PLN Icon Plus dan Diskominfo Jateng Hadirkan Internet di 170 Titik

Berdasarkan hasil dari studi, meditasi juga dapat mengurangi aktivitas di area otak seperti amigdala yang terkait dengan stres dan kecemasan.

Selain itu, meditasi juga dapat meningkatkan aktivitas di area yang berhubungan dengan ketenangan, seperti korteks prefrontal.

Hanya dengan meditasi selama 10-20 menit sehari, anda dapat merasakan hasil yang positif terhadap mental.

Baca Juga: KORPRI Usulkan Batas Usia Pensiun Naik, DPR: Bakal Tutup Peluang Fresh Graduate Jadi ASN?

3. Mengelola Waktu dengan Baik

Menurut Dr. David Allen, seorang pakar produktivitas, kemunculan stres seringnya diakibatkan oleh ketidakmampuan seseorang dalam mengelola waktu secara efektif.

Tidak memiliki waktu yang dianggap cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas yang menumpuk memang berpotensi untuk menambah beban mental.

Salah satu metode yang bisa anda coba adalah “Getting Things Done” (GTD).

Baca Juga: 7 Pekerjaan yang Jarang Diketahui Orang Tetapi Berpotensi Memiliki Gaji Besar!

Selain itu, anda juga bisa membuat daftar aktivitas yang perlu dikerjakan, kemudian urutkan sesuai dengan prioritasnya, tak lupa juga menyantumkan waktu istirahat agar waktu yang ada digunakan dengan efektif dan mengurangi perasaan kewalahan.

4. Pentingnya Tidur yang Cukup

Dr. Matthew Walker, seorang Ahli tidur menekankan bahwa tidur yang cukup itu penting dalam mengurangi stres.

Dengan tidur yang baik, yang pulih tidak hanya fisik saja melainkan pembentukan ingatan dan pemrosesan emosi.

Baca Juga: PLN Icon Plus–Gubernur Bali Kompak Dorong Transisi Green Energy dan Bali Terkoneksi

Kemampuan otak untuk mengatur respons terhadap stres dapat terpengaruh karena kurangnya tidur, sehingga dapat menjadi sebab meningkatnya kecemasan.

Dr. Walker menyarankan antara 7 hingga 9 jam per malam untuk orang dewasa tidur agar keseimbangan mental dan fisiknya terjaga.

Dengan menghindari kafein, mengatur rutinitas tidur dengan disiplin, dan menciptakan lingkungan tidur senyaman mungkin adalah langkah-langkah yang dapat membantu anda mendapatkan tidur yang berkualitas.

Baca Juga: PLN Icon Plus Dorong Sragen Jadi Pusat Ekosistem Digital Hijau Berbasis Energi Bersih

5. Terapi atau Konseling Psikologis

Berbicara dengan profesional di bidang kesehatan mental dapat menjadi langkah tepat bagi banyak orang dalam mengurangi stres.

Dr. John M. Grohol, seorang psikolog dan pendiri Psych Central mengatakan bahwa terapi berbicara (seperti terapi kognitif-perilaku atau CBT) dapat membantu seseorang untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir mengenai hal-hal yang menjadi penyebab stres.

Selain itu, terapis dapat mengajari kita mengenai strategi untuk menghadapi perasaan cemas dan stres secara lebih sehat, juga mengembangkan keterampilan dalam menghadapi stres secara efektif.

Baca Juga: PLN Icon Plus Pacu Pemerataan Akses Digital Berbasis Energi Bersih di Seluruh Indonesia

6. Hubungan Sosial

Dr. Sheldon Cohen, seorang profesor psikologi dari Carnegie Mellon University mengatakan bahwa kuatnya hubungan sosial dan dukungan dari keluarga serta teman-teman dapat membantu mengurangi stres.

Positifnya interaksi sosial dapat meningkatkan perasaan bahagia dan memberikan rasa aman.

Dengan berbagi pengalaman, berbicara, atau bergaul dengan teman atau orang terdekat dapat memberikan efek terapeutik saat menghadapi situasi-situasi yang penuh tekanan.

Baca Juga: PLN Icon Plus Dorong Gaya Hidup Listrik Bersih Lewat Mandalika EV Experience 2025

7. Mengatur Pola Makan

Dr. David Katz, seorang Ahli gizi dan kesehatan menyatakan bahwa memiliki pola makan yang seimbang berperan besar dalam mengurangi stres.

Makanan yang kaya akan mineral, vitamin, dan antioksidan dapat membantu tubuh menangani stres dengan lebih baik.

Selain itu, sayuran hijau, buah-buahan, ikan berlemak, dan kacang-kacangan yang kaya akan nutrisi dapat mendukung keseimbangan kimiawi otak dan sistem saraf.

Baca Juga: Dukung Ekonomi Hijau, PLN Icon Plus dan PLN Group Perkuat Sinergi untuk Inovasi Energi dan Layanan Digital

Sebaliknya, mengonsumsi makanan cepat saji seperti kafein secara berlebih dapat memperburuk gejala stres dan kecemasan.

 8. Mengembangkan Hobi atau Kegiatan yang Menyenangkan

Meluangkan waktu untuk hobi dan kegiatan yang menyenangkan juga bisa menjadi cara yang efektif untuk mengurangi stres.

Dr. Mihaly Csikszentmihalyi, seorang psikolog terkenal mengembangkan konsep “flow”, yakni konsep yang berfokus pada kegiatan yang kita nikmati, seperti musik, seni, berkebun, atau membaca, dimana kegiatan-kegiatan tersebut dapat mengalihkan perhatian dari stres dan membawa kepuasan batin.

Baca Juga: Ekonomi Biru Makin Serius, ASEAN dan Jepang Satukan Langkah Lindungi Laut Lewat Proyek Karbon Biru

Kegiatan-kegiatan tersebut tidak hanya membawa angin segar bagi pikiran kita tetapi juga memberikan rasa bahagia yang dapat mengurangi kecemasan.

9. Mengubah Pola Pikir

Dr. Kelly McGonigal, seorang profesor psikologi di Universitas Stanford menyatakan bahwa merubah pola pikir tentang stres itu sendiri dapat berdampak besar terhadap bagaimana tubuh kita meresponsnya.

Dr. McGonigal menyarankan untuk melihat stres sebagai tantangan yang dapat dihadapi daripada sebagai ancaman.

Baca Juga: Attila Bayar Rp850 Juta karena Capek Lihat Konflik Sengketa Tanah Atalarik Syach yang Sudah 10 Tahun

Dengan mengubah pola pikir kita terhadap stres, kita dapat mengurangi dampak negatifnya dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapinya dengan lebih tenang dan juga efektif.

Tag: