Beranda / Lifestyle / 5 Hewan Endemik di Indonesia, Perlu Dilestarikan karena Populasinya yang Terbatas

5 Hewan Endemik di Indonesia, Perlu Dilestarikan karena Populasinya yang Terbatas

BANDUNG, SMARTLIFE.ID – Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal dengan keanekaragaman hayatinya.

Dari Sabang sampai Merauke, terdapat ribuan spesies hewan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Sehingga, terdapat banyak hewan endemik yang menjadi bagian penting dari ekosistem negara ini.

Baca Juga: Review Buku yang Ditulis oleh Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring

1. Komodo (Varanus komodoensis) – Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur

Komodo adalah hewan reptil terbesar di dunia dan satu-satunya spesies kadal purba yang masih hidup hingga sekarang.

Panjang dari hewan ini bisa mencapai 3 meter dengan berat lebih dari 70 kilogram.

Komodo juga merupakan predator puncak di habitatnya dan memiliki air liur yang mengandung racun untuk melumpuhkan mangsanya.

Baca Juga: Jusuf Kalla Ingatkan soal Pemalsuan Dokumen Setelah Menyebut Bahwa Lahan 16,4 Hektare-nya Dicaplok Mafia Tanah

2. Burung Cenderawasih (Paradisaeidae) – Papua

Cenderawasih dikenal sebagai “burung surga” karena bulunya yang indah berwarna cerah dan berekor panjang menjuntai.

Burung ini juga dikenal dengan ritual tarian kawinnya yang unik.

3. Anoa (Bubalus quarlesi dan Bubalus depressicornis) – Sulawesi

Anoa adalah kerbau kerdil yang hanya hidup di Pulau Sulawesi. Untuk jenisnya, terdiri dari dua, yakni anoa dataran rendah dan anoa gunung.

Baca Juga: Lanjutkan Perjuangan, PLN Icon Plus Kobarkan Semangat Hari Pahlawan 2025

Adapun ciri-cirinya memiliki tubuh kecil, bertanduk pendek, dan berbulu coklat gelap.

4. Orangutan Sumatera, Tapanuli dan Kalimantan (Pongo abelii, Pongo tapanuliensis & Pongo pygmaeus) – Sumatera, Sumatera Utara dan Kalimantan

Orangutan merupakan primata besar yang memiliki kecerdasan tinggi dengan kedekatan genetik dengan manusia hingga 97%.

Habitat mereka berada di hutan tropis dan banyak menghabiskan waktu di atas pohon.

Baca Juga: Bangunan SMAN 72 Jakarta Sudah di Cat Ulang dan Sisa-Sisa Serpihannya Telah Dibersihkan Juga Oleh Polisi, Siap KBM di Hari Senin

5. Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) – Nusa Tenggara Timur & Sulawesi

Burung ini mudah dikenali dari jambul kuning di kepalanya.

Selain itu, kakatua jambul kuning memiliki suara yang nyaring dan mampu menirukan suara manusia.

Tetapi, populasinya terus menurun akibat perdagangan satwa liar.

Baca Juga: Mengisi Waktu Liburan dengan Ide-Ide Menulis yang Menarik, Berani Coba?

Tag: