Beranda / Money / Ketahui Berbagai Macam Model Bisnis sebelum Membuat Usaha, Saat ini Semakin Banyak Opsi?

Ketahui Berbagai Macam Model Bisnis sebelum Membuat Usaha, Saat ini Semakin Banyak Opsi?

BANDUNG, SMARTLIFE.ID – Sebelum membuat usaha, para calon pebisnis perlu terlebih dahulu mengetahui berbagai macam model bisnis.
 
Karena model bisnis adalah kerangka atau cara yang krusial untuk sebuah perusahaan dalam menciptakan, menyampaikan dan memperoleh nilai dari produk atau jasa yang ditawarkan.

Dan memilih model bisnis yang tepat menjadi penting karena berpotensi besar dalam menentukan keberhasilan dan keberlanjutan suatu usaha.

Ditambah, seiring berkembangnya teknologi dan berubahnya perilaku konsumen, model bisnis yang ada menjadi semakin banyak.

 
Baca Juga: Guru di Lampung Barat Viral, Jalan Berlumpur dan Berlubang Harus Dilewati

1. Model Bisnis Manufaktur

Model bisnis ini memiliki fokus dalam memproduksi barang dari bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi.

Setelah itu, produk tersebut akan dijual ke distributor, pengecer atau langsung ke konsumen.

Contoh: pabrik makanan, perusahaan otomotif dan industri pakaian.

 
Baca Juga: Longsor di Tambun Utara, 6 Rumah Diduga Terdampak sampai Ada yang Hanya Sisa 1 Ruang Kamar

2. Model Bisnis Distributor

Distributor memiliki peran sebagai perantara antara produsen dengan pengecer atau dengan konsumen akhir.

Dan keuntungan yang diperoleh model bisnis seperti ini berasal dari selisih harga beli dan harga jual.

Contoh: distributor alat kesehatan, distributor bahan bangunan dan distributor kebutuhan-kebutuhan pokok.

 
Baca Juga: Berawal dari Kejar Jambret demi Istrinya, Hogi Minaya Akhirnya Bebas dari Jeratan Hukum

3. Model Bisnis Ritel

Model bisnis ini bergerak dengan cara menjual produk langsung ke konsumen akhir dalam jumlah kecil.

Untuk bentuk ritel sendiri, bisa berupa toko fisik maupun online.

Contoh: minimarket, toko pakaian dan e-commerce.

 
Baca Juga: Bagaimana Cara Belajar Bahasa Inggris secara Autodidak? Berikut Tahapan-Tahapannya

4. Model Bisnis Franchise

Franchise memungkinkan seseorang menjalankan usaha dengan merek, sistem dan standar yang sudah ada.

Sehingga pemilik franchise perlu membayar biaya lisensi atau royalti kepada merek tertentu.

Contoh: pride chicken, mixue dan laundry waralaba.

 
Baca Juga: ingkas dan Stylish, HUAWEI MatePad 11.5 New Standard Edition Temani Gaya Kerja Fleksibel Profesional Muda

5. Model Bisnis Berlangganan (Subscription)

Model bisnis ini akan mengambil keuntungan dari konsumen yang ingin masuk ke aplikasi maupun membuka fitur-fitur premium.

Sehingga konsumen perlu membayar secara berkala (bulanan atau tahunan) untuk mendapatkan produk atau layanan yang diinginkan.

Contoh: Netflix dan layanan software (SaaS) seperti Creative Cloud.

 
Baca Juga: Seorang Warga Gantiwarno Klaten Geram, Sawahnya Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

6. Model Bisnis Freemium

Hampir sama dengan model bisnis berlangganan akan tetapi model bisnis ini memiliki perbedaan di produk utama.

Model ini akan menawarkan layanan dasar secara gratis, tetapi fitur lanjutannya hanya bisa diakses dengan membayar.

Contoh: CapCut, Mobile Legends dan Google Drive.

 
Baca Juga: Gerakan Lahap Makan SUN 2026 Ajak Ibu Lebih Kreatif Olah MPASI Nusantara

7. Model Bisnis Marketplace

Marketplace adalah model bisnis yang mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu platform.

Lalu keuntungannya akan diambil dari komisi atau biaya layanan.

Contoh: Tokopedia, Shopee, Blibli dan Lazada.

 
Baca Juga: MainStory, Solusi Pengasuhan yang Bikin Ibu Bekerja Tak Lagi Perlu Memilih Antara Karier atau Anak

8. Model Bisnis On-Demand

Model bisnis ini menekankan pada penyediaan layanan sesuai permintaan pelanggan.

Karena sesuai dengan permintaan pelanggan, biasanya model bisnis ini berbasis di aplikasi digital, sosial media atau keduanya.

Contoh: ojek online, pesan antar makanan dan jasa kebersihan.

 
Baca Juga: Influencer Aisar Khaled Datangi Penjual Es Gabus yang Sempat Dituduh Pakai Bahan Spons, 30 Tahun Berjuang demi Keluarga

9. Model Bisnis Iklan (Advertising)

Model bisnis ini bergerak di bidang periklanan sehingga menjadi jembatan antara pelaku bisnis dengan konsumen yang berpotensi membutuhkan produk.

Untuk pendapatannya diperoleh dari iklan yang ditampilkan kepada pengguna dan data yang diambil dari konsumen sehingga biasanya model bisnis ini perlu memiliki pengguna dengan jumlah besar.

Contoh: media online, blog populer dan YouTube.

 
Baca Juga: Spot Wisata Baru Pascabanjir, Warganet Ingatkan Masyarakat untuk Tetap Hati-hati

10. Model Bisnis Sosial (Social Enterprise)

Model ini bertujuan untuk menciptakan dampak sosial selain keuntungan finansial.

Sehingga, pendapatan yang diperoleh biasanya bukan hanya dari satu sumber saja.

Contoh: usaha pemberdayaan UMKM dan bisnis ramah lingkungan.

 
Tag: