BANDUNG, KORAN INDONESIA – Peran keluarga memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembentukan karakter anak di masa depan.
Sehingga, peran ayah dan ibu sangatlah penting karena keduanya saling melengkapi.
Keduanya bukan hanya sebagai pencari nafkah atau pengurus rumah tangga, tetapi juga sebagai pendidik pertama bagi anak-anak mereka.
1. Menjadi Tim yang Kompak
Peran ideal dimulai dari kerja sama antara ayah dan ibu.
Keduanya harus saling mendukung, menghargai dan berbagi tanggung jawab rumah tangga serta pengasuhan anak.
Ketika ayah dan ibu tampil sebagai satu tim yang solid, anak-anak akan merasa lebih aman secara emosional dan mendapatkan teladan tentang pentingnya kerja sama.
Baca Juga: PLN Icon Plus Raih 13 Medali di The Best Contact Center Indonesia 2025
2. Ayah Sebagai Pemimpin, Pelindung dan Teladan
Peran ayah yang ideal tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga:
- Pemimpin keluarga dengan mengarahkan keluarga pada nilai-nilai yang baik, menjaga stabilitas dan visi bersama.
- Pelindung dengan cara memberikan rasa aman, baik secara fisik maupun emosional.
- Teladan dengan menjadi contoh integritas, kerja keras dan kasih sayang karena ayah yang terlibat dalam pengasuhan akan membentuk anak-anak yang lebih percaya diri dan mandiri.
3. Ibu Sebagai Pengasuh, Pendidik dan Sumber Kehangatan
Umumnya, ibu sering dikaitkan dengan peran pengasuhan. Namun, peran ini tidak sesederhana kata-nya karena esensinya yang lebih kompleks:
Baca Juga: Korea Open 2025, Mampukah Jonatan Christie Tetap Unggul?
- Pengasuh utama dengan memberikan kasih sayang, perhatian dan pemenuhan kebutuhan emosional bagi anak.
- Pendidik pertama dengan mengenalkan nilai moral, norma sosial dan pendidikan dasar kepada anak sejak dini.
- Sumber kehangatan keluarga dengan menjadi pusat emosi rumah—mampu menciptakan suasana rumah yang hangat, nyaman dan penuh cinta.
Baca Juga: Batik Indonesia Mendunia, Shopee Bawa Karya Pengrajin Lokal ke Pasar Global
4. Saling Mengisi dan Tidak Memaksakan Peran Berdasarkan Stereotip
Di era modern, pembagian peran ayah dan ibu tidak harus kaku.
Ayah bisa ikut mengganti popok atau memasak, sementara ibu juga bisa bekerja dan berkontribusi secara finansial.
Yang terpenting adalah komunikasi dan kesepakatan bersama.
Baca Juga: Indonesia Siapkan Talenta Digital Unggul Lewat Workshop AI untuk Pemula
Membagi peran berdasarkan kesepakatan dan kemampuan masing-masing justru akan menciptakan harmoni dalam rumah tangga.
5. Komunikasi yang Sehat dengan Anak
Baik ayah maupun ibu harus hadir secara fisik dan emosional dalam kehidupan anak-anak.
Mendengarkan, berbicara dari hati ke hati dan menjadi teman bagi anak sangat penting untuk membangun kepercayaan.
Baca Juga: Apa Itu Depresi? Kenali Lebih Jauh dari Gejala sampai Cara Menangani-nya
Komunikasi yang terbuka akan memudahkan orang tua untuk membantu dalam memecahkan masalah yang dihadapi anak.
6. Memberikan Teladan dalam Nilai-Nilai Kehidupan
Anak belajar lebih banyak dari apa yang dilihat daripada apa yang didengar.
Karenanya, penting bagi ayah dan ibu untuk menjadi contoh dalam hal:
Baca Juga: PLN Icon Plus Perkuat Human Capital untuk Sukseskan Transformasi Digital dan Energi Hijau
- Kejujuran
- Kesabaran
- Tanggung jawab
- Empati
- Kedisiplinan










