Beranda / Sehat Plus / Apakah Seorang Psikopat Memiliki Kelainan pada Otaknya?

Apakah Seorang Psikopat Memiliki Kelainan pada Otaknya?

BANDUNG, SMARTLIFE.ID – Bagi orang yang sering menikmati hiburan bergenre thriller, akan merasa tidak asing dengan istilah psikopat. 

Meski kabar baiknya, tidak semua psikopat adalah seorang kriminal di dunia nyata.

Biasanya, istilah psikopat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki perilaku manipulatif, tidak memiliki empati serta cenderung antisosial.

Dalam ilmu psikologi klinis, kebanyakan dari psikopat hampir selalu memenuhi kriteria Antisocial Personality Disorder (ASPD) meski tidak semua individu yang memiliki ASDP memiliki ciri-ciri psikopatik.

Baca Juga: PLN Icon Plus Perkuat Pemulihan di Aceh dengan Konektivitas Satelit Darurat

Perbedaan Struktur Otak

Sejumlah studi dalam bidang neuroscience yang menggunakan MRI dan fMRI menemukan beberapa ciri khas yang dimiliki oleh seorang psikopat:

1. Amygdala lebih kecil atau kurang aktif

Amygdala adalah pusat dalam mengolah emosi, terutama rasa takut dan empati. Pada psikopat ditemukan:

  • lebih kecilnya volume amygdala jika dibandingkan dengan manusia pada umumnya.
  • lebih rendahnya aktivitas amygdala saat melihat atau mencerna ekspresi-ekspresi emosional orang lain.

Baca Juga: Review Buku Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye, Cerita Fiksi yang Berbalut Satir

Hal ini menjelaskan mengapa psikopat tidak merasakan ketakutan yang dialami kebanyakan orang dan memiliki kesulitan dalam berempati.

2. Kerusakan atau disfungsi pada korteks prefrontal

Korteks prefrontal (PFC) berperan dalam:

  • mengendalikan impuls
  • mengambil keputusan
  • kesadaran moral
  • kemampuan dalam membentuk perilaku

Baca Juga: Holiday Carols and Feast: Sensasi Liburan Baru di Enchanting Valley Puncak

Pada psikopat, bagian ini sering menunjukkan:

  • Aktivitas yang menurun
  • Konektivitas dengan amygdala yang terganggu.

Kondisi ini membuat mereka lebih banyak mengambil keputusan yang bersifat impulsif karena tidak mempertimbangkan konsekuensi dan kurangnya rasa bersalah yang dimiliki.

3. Gangguan konektivitas antarbagian otak

Baca Juga: PLN Icon Plus Percepat Pemulihan Telekomunikasi Kelistrikan di Batang Toru Pascabanjir

Hubungan antara ventromedial prefrontal cortex (vmPFC) dan amygdala memengaruhi empati serta penilaian moral.

Pada psikopat, koneksi ini terdeteksi lebih lemah sehingga mereka mampu memahami konsep moral secara kognitif, namun tidak merasakan nilai emosional dari moral tersebut.

Perbedaan Fungsi Otak

Selain struktur, fungsi otak mereka juga berbeda:

Baca Juga: Respons Darurat, PLN Icon Plus Percepat Pemulihan Konektivitas di Gunung Sitoli dan Wilayah Sumut

1. Berkurangnya respons saat menghadapi emosi negatif

Ketika melihat gambar yang berbau kekerasan maupun situasi menakutkan, otak psikopat menunjukkan respons yang jauh lebih lemah.

Akibatnya, mereka tidak mudah takut, sulit mengalami stres dan lebih berani dalam mengambil risiko.

2. Aktivitas yang lebih tinggi pada pusat reward

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pusat penghargaan (reward center) yang dimiliki oleh mereka justru sangat aktif ketika mengejar tujuan tertentu.

Baca Juga: ICONNET–PLN Icon Plus Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kota Padang

Ini menjelaskan sifat manipulatif serta kecenderungan mereka dalam melakukan tindakan yang berisiko demi keuntungan pribadi.

3. Faktor Genetik dan Lingkungan

Psikopati bukan hanya masalah otak tetapi juga terbentuk dari kombinasi faktor-faktor:

  • Genetik

Ada gen yang berkaitan dengan regulasi dopamin/serotonin dan mempengaruhi impulsivitas dan agresi. Namun, tidak ada gen psikopat yang bersifat tunggal.

Baca Juga: PLN Icon Plus Kerahkan Tim untuk Dukung Pemulihan Telekomunikasi Kelistrikan di Aceh

 

  • Lingkungan masa kecil

Kekerasan, pengabaian, kurangnya kasih sayang, atau pola asuh yang keliru dapat mengaktifkan predisposisi genetik ini.

  • Interaksi keduanya

Umumnya, psikopati muncul dari interaksi yang timbul antara faktor genetik dan pengalaman hidup.

Tag: