BANDUNG, SMARTLIFE.ID – Pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di sekitar Sulawesi Selatan pada Sabtu, 17 Januari 2026 dengan rute Yogyakarta-Makassar milik Indonesia Air Transport (IAT) akhirnya mendapatkan titik terang.
Pesawat ATR yang terbang dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta itu dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pukul 12.20 WIB.
Namun, pesawat diduga hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Penemuan serpihan diduga badan pesawat tersebut sempat viral diunggah oleh salah satu pendaki yang berada di Gunung Bulusaraung.
Video Pendaki Temukan Serpihan Badan Pesawat
Sebuah akun TikTok pendaki dengan nama akun @reskiii224 mengunggah video penemuan serpihan diduga pesawat pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Dalam video tersebut juga terlihat cuaca di atas gunung, yakni berkabut tebal dengan angin yang cukup kencang.
Masih dari akun yang sama, video lain menunjukkan serpihan-serpihan yang makin mengonfirmasi pesawat ATR 42-500.
“Pesawat menabrak Gunung Bulusaraung, ini bukti-buktinya,” ucap perekam video sambil memperlihatkan serpihan lain dari Badan pesawat hingga beberapa lembaran kertas.
“Tidak diketahui pesawat apa. Indonesia Air di Gunung Bulusaraung. Kita lagi santai di Gunung Bulusaraung dan terjadi tabrakan,” imbuhnya.
Video pertama yang diunggah kini telah diputar lebih dari 1,3 juta kali penayangan dan video kedua lebih dari 400 ribu kali penayangan.
Mengaku Sempat Mendengar Suara Mesin Pesawat
Mengutip dari keterangan pemilik akun, ia mengklaim bahwa sempat mendengar suara deru mesin pesawat.
“Pesawatnya kami tidak lihat, tapi sudah kita dengar suara dari jauh. Kami kira cuma pesawat dari jauh, ternyata semakin dekat dan langsung meledak,” tulisnya dalam video baru yang diunggah pada Minggu, 18 Januari 2026.
Video pendaki tersebut juga menunjukkan api kecil yang belum padam dan mengaku hampir terkena serpihan badan pesawat.
“Kami melihat langsung nyalanya di sekitaran puncak, hampir mengenai kami serpihannya dikarenakan angin kencang,” tambahnya.
Penemuan Ekor Pesawat oleh Tim SAR
Tim SAR yang diterjunkan untuk pencarian menemukan serpihan kecil berupa jendela pesawat sekitar pukul 08.50 WITA pada Minggu, 18 Januari 2026.
Baca Juga: Mengenal Child Grooming, Kejahatan yang Ditujukan terhadap Anak-Anak dan Remaja
Pencarian kemudian dilanjutkan dengan menyisir area sekitar di puncak Gunung Bulusaraung untuk menemukan para korban.
“Basarnas dan SAR gabungan saat ini sedang melaksanakan proses penyisiran area penemuan dan mencari para korban di sekitar lokasi,” ungkap pihak Basarnas.
Sebelumnya, beredar 11 orang berada di dalam pesawat tersebut yang memiliki perbedaan dengan manifest real, yakni 10 orang.
Baca Juga: Review Film Drama Keluarga Indonesia di Tahun 2025, Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah
Hal tersebut dikonfirmasi oleh salah satu tim SAR, Joshua Banjarnahor melalui Instagram Story pada Minggu pagi, 18 Januari 2026.
“Jumlah manifest real: 10 orang,” tulisnya sambil mengunggah tangkapan layar percakapan dengan Capt. Sukardi di mana namanya manifest tapi tak ikut dalam penerbangan tersebut.*









